Latest Entries »

Faktor Emisi Udara

A. Garis Besar

Faktor emisi adalah nilai representatif yang mencoba untuk menghubungkan kuantitas suatu polutan dilepas ke atmosfer dengan suatu kegiatan terkait dengan rilis yang polutan. Faktor-faktor ini biasanya dinyatakan sebagai beban polutan dibagi dengan satuan berat, volume, jarak, atau lamanya aktivitas yang memancarkan polutan (misalnya, partikulat dipancarkan kilogram per megagram batubara dibakar). Seperti faktor memfasilitasi estimasi emisi dari berbagai sumber udara polusi. Dalam kebanyakan kasus, faktor-faktor ini hanyalah rata-rata dari semua data yang tersedia kualitas yang dapat diterima, dan umumnya dianggap perwakilan dari jangka panjang rata-rata untuksemua fasilitas dalam sumber kategori (i.e., rata-rata populasi).

B. Faktor  Emisi dan Sumber Reaktif untuk Sumber Umum

C. Faktor Emisi Perlengkapan Konstruksi

D. Contoh Faktor Emisi

  • Gasoline (Bensin)
  • Kerosene
  • Propana
  • Emisi Gas Propana
  • Batubara Antrasit
  • Sulfur Oksida
  • Nitrogen Oksida
  • Karbon Monoksida

Sumber Pencemaran Udara

Sumber Pencemaran Udara

Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti.

Faktor-faktor penyebab pencemaran udara :

  1. Kecepatan Kendaraan
  2. Usia kendaraan yang lama
  3. Kondisi Lalu lintas
  4. Kondisi atmosfir

Pencemar sekunder adalah adalah pencemar yang terbentuk di udara sebagai akibat reaksi dari senyawaan yang di udara dan umumnya pencemaran sekunder merupakan hasil dari reaksi photokimia dengan sinar matahari.

Dua sumber pencemar :

  1. Sumber alamiah
  2. Kegiatan manusia

PENCEMARAN UDARA

Menurut Dinas Kesehatan, ada 8 Parameter Pencemaran Udara  :

  1. Sulfur Dioksida (S2O)
  2. Karbon Monoksida (CO)
  3. Nitrogen Dioksida (NO2)
  4. Oksidan (O3)
  5. Timah Hitam / Timbal (Pb)
  6. Partikulat Debu
  7. Hidrokarbon
  8. Klorin
  • Karakteristik
  • Sumber dan distribusi
  • Range alamiah dan polutan
  • Dampak terhadap manusia, hewan, tumbuhan, ekologi dan lingkungan, dan material

Gas Rumah Kaca

  • Definisi Gas Rumah Kaca

Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Sebagian besar energi itu berbentuk radiasi gelombang pendek. Maka, ketika energi ini tiba pada permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Itu artinya, permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini berwujud radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun, sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida, dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat.

  • Dampak Gas Rumah Kaca

Perubahan iklim menunjukkan adanya perubahan pada iklim yang disebabkan secara langsung maupun tidak langsung oleh kegiatan manusia yang mengubah komposisi atmosfer global dan juga terhadap variabilitas iklim alami yang diamati selama periode waktu tertentu. Daerah hangat akan menjadi lebih lembab karena lebih banyak air yang menguap dari lautan. Meningkatnya Permukaan Laut Saat ini dilaporkan tengah terjadi kenaikan muka laut dari abad ke-19 hingga abad ke-20, dan kenaikannya pada abad 20 adalah sebesar 0.17 meter. Meningkatnya Suhu Global
Perbedaan panas bumi menghasilkan produksi pangan yang berbeda di setiap tempat. Gangguan Ekologis Hewan dan tumbuhan sulit menghindar dari efek pemanasan global, karena sebagian besar lahan telah dikuasai manusia. Dampak Sosial Dan Politik Perubahan cuaca dan lautan dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian.

  • Minimasi Efek Gas Rumah Kaca

Konsumsi total bahan bakar fosil di dunia meningkat sebesar 1 persen per-tahun. Langkah-langkah yang dilakukan atau yang sedang diskusikan saat ini tidak ada yang dapat mencegah pemanasan global di masa depan. Tantangan yang ada saat ini adalah mengatasi efek yang timbul sambil melakukan langkah-langkah untuk mencegah semakin berubahnya iklim di masa depan. Ada dua pendekatan utama untuk memperlambat semakin bertambahnya gas rumah kaca. (menghilangkan karbon)

  • Kebijakan Untuk Meminimasi Gas Rumah Kaca

Mengukur Pemanasan Global, Merancang Model Iklim, Kebijakan Internasional

  • Emisi Gas Rumah Kaca di Indonesia

Gas yang dikategorikan sebagai GRK adalah gas-gas yang yang berpengaruh, baik secara langsung atau tidak langsung terhadap efek rumah kaca.  Gas-gas itu antara lain karbon dioksida (CO2), gas metan (CH4),  dinitrogen oksida (N2O), karbon monoksida (CO), nitrogen oksida (NOx) dan sulfur dioksida (SO2).  Konsentrasi gas-gas ini dalam skala global secara kumulatif dipengaruhi langsung oleh aktivitas manusia, walupun kebanyakan dari gas-gas tersebut terjadi secara alamiah.

Air Quality Index (AQI) adalah indeks yang melaporkan kualitas udara harian.  AQI menunjukkan seberapa bersih atau tercemar suatu udara dan apa efek yang mungkin timbul dari keadaan tersebut. Ini digunakan untuk melaporkan lima gas pencemar yang umum yaitu ozon, pertikulat, CO, SO2 dan NO2

Pollutan Standar Index (PSI) adalah sebuah ukuran konsentrasi polutan di udara dalam satuan part per million (ppm). PSI merupakan salah satu indikator yang diguanakan untuk menentukan kualitas udara.  Ini dikembangkan oleh Environmental Protection Agency (EPA) bersama South Coast Air Quality Management District of El Monte, California. Angka pada indeks ini merefleksikan  nilai PSI tertinggi pada spesifik area dalam periode 24jam sebelumnya.