Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti.

Terjadinya pengurangan maupun penambahan salah satu komponen kimia yang terkandung dalam udara (perubahan dari komposisi tersebut di atas) yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi kesehatan, keamanan, dan kenyamanan manusia.

Faktor-faktor penyebab pencemaran udara :

1.   Kecepatan kendaraan

Arus lalu lintas kendaraan bermotor dengan kecepatan rata-rata rendah akan menyebabkan peningkatan konsentrasi terutama partikel karbon dioksida (CO) dan hidrokarbon (HC) yang lebih berbahaya mengganggu kesehatan daripada dengan kecepatan tinggi, dimana juga akan memproduksi lebih banyak emisi gas buang yang mengandung Nitrogen Oksid (NOx).

2.   Usia kendaraan yang lama

Mesin kurang berfungsi/sempurna akibat pemeliharaan dan suku cadang kendaraan yang terbatas/tidak diproduksi lagi.

3.   Kondisi lalu lintas

Volume lalu lintas yang cenderung tinggi memberikan andil terbesar pencemaran udara.

4.   Kondisi atmosfir

Perubahan iklim atmosfir seperti menimbulkan panas global, efek rumah kaca, dan lain-lain.

Peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pencemaran udara adalah :

1.   UU No.14 tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

Pasal 50: Setiap pemilik atau pengusaha maupun pengemudi kendaraan bermotor wajib mencegah terjadinya pencemaran udara atau kebisingan dari pengoperasian kendaraan.

2.   PP No.41 tahun 1993 tentang Angkutan Jalan

Kendaraan yang mengangkut bahan-bahan tersebut harus memenuhi syarat keselamatan dan diberi tanda sesuai dengan sifat barang berbahaya yang diangkut (bahan mudah meledak; gas maupun gas cair; gas terlarut pada tekanan tertentu; cairan yang mudah menyala; Nesilator, peroksida organik, racun dan bahan yang mudah mencair, radio aktif, korosif dan berbahaya).

3.   PP No.43 tahun 1993 tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan.

Dalam menentapkan jaringan trayek angkutan orang dan jaringan lintas barang, harus diperhatikan pola mengenai kelestarian lingkungan.

4.   Keputusan Memteri Perhubungan no.63 tahun1993 tentang Persyaratan Ambang Batas Laik Jalan Kendaraan Bermotor.

Perlu persyaratan minimum kondisi kendaraan untuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan dan kebisingan

5.   SK Menteri Negara Lingkungan Hidup RI No.Kep12/MENLH/3/1994, tanggal 19 Maret 1994 tentang Pedoman Umum Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan

6.   SK Gubernur KDKI Jakarta No.587 tahun 1980 tentang Penetapan Kriteria Ambrevit Kualitas Udara dan Kriteria Ambrevit Kebisingan dalam Wilayah DKI Jakarta.

Menertibkan buangan-buangan industri dan membatasi terjadinya pencemaran

7.   SK Gubernur KDKI Jakarta No.1351 tahun 1996

8.   UU No.23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup

Pencemar sekunder adalah adalah pencemar yang terbentuk di udara sebagai akibat reaksi dari senyawaan yang di udara dan umumnya pencemaran sekunder merupakan hasil dari reaksi photokimia dengan sinar matahari.

Contohnya :

Atom oksigen yang dikeluarkan dari senyawaan Nox akan bereaksi dengan O2 di udara membentuk senyawa Ozone (O3).

Sumber pencemaran udara :

a.   Transportasi (sumber bergerak)

b.   Pembakaran bahan bakar dari sumber tetap

c.   Proses industri (sumber tetap)

d.   Pembangunan limbah padu (sumber tetap)

Sumber pencemaran dan faktor-faktor yang mempengaruhinya :

1. Pencemaran udara out door

Berupa pencemaran udara yang terjadi pada leingkungan umum perkotaan

2. Pencemaran udara in door

Pencemaran udara di dalam ruangan baik pemukiman, maupun perkantoran, gedung tinggi (masalah sick building syndrome)

Dua sumber pencemar :

  1. Sumber Alamiah (Natural Sources):
  • Aktivitas gunung berapi
  • Pembusukan (metan, H2S, NH3)
  • Rawa-rawa
  • Kebakaran hutan
  • Tanaman (pollen, serbuk sari)
  • Batuan (radon) di Negara empat musim
  • Aerosol (di lautan)
  • Nitrifikasi dan denitrifikasi biologi
  • dan lain-lain
  1. Kegiatan manusia antara lain :
  • Industri
  • Rumah tangga
  • Transportasi
  • Pembangkit listrik
  • Rokok
  • Pembakaran sampah
  • Ledakan (pertambangan)
  • Pertanian (pupuk, pembakaran biomassa)
  • dan lain-lain

Keberadaan pencemaran di udara akan dipengaruhi oleh berbagai hal berikut :

1.        Arah dan kecepatan angin

2.        Kelembaban dan curah hujan

3.        Suhu udara

4.        Topografi / geografi